Jl. Margakencana Utara – Margawangi Bandung

Hampir seluruh umat Islam sering terkecoh dan tertipu oleh bujuk rayu syetan, sehingga banyak yang terperosok ke dalam jebakannya itu, kenapa bisa sampai demikian?.

Karena kita sebagai manusia tidak mau tahu terhadap aturan Allah yaitu Al Qur’an, dan syetan ataupun Iblis sangat berani jangankan kepada manusia, menentang perintah Allah pun berani. Bahkan dengan lantangnya meminta izin kepada Allah untuk menjerumuskan manusia / anak cucu Adam, padahal kita sebagai manusia tidak punya salah apa-apa terhadap mereka begitupun Nabi Adam.

Dendam iblis itu sampai akhir zaman tidak akan putus!, kenapa manusia mudah tertipu dan terkecoh oleh syetan?,

Karena syetan diberi keleluasaan oleh Allah untuk menjerumuskan manusia. Tetapi Allah pun memberitahukan kepada kita bagaimana usaha pencegahannya supaya syetan itu tidak mampu menyesatkan diri kita.More…

Dalam QS. Al Hijr 39-40

Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,

kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka”.

Dengan tekad yang kuat, bahkan lapor dulu kepada Allah akan menjadikan manusia berbuat maksiat tetapi memandang baik perbuatannya ituc

Lihatlah sekarang, berbuat kemaksiatan dipandangnya baik. Orang yang berbuat maksiat dan menentang perintah Allah sekarang itu malah disanjung, dimunculkan, dibikin mahsur dan diberi peluang untuk mencari kekayaan, dibikin bangga supaya banyak mencari teman dan kawan.

Mereka itu syetan berbentuk manusia yang berupaya mencari teman sebanyak-banyaknya. Orang yang tertipu oleh mereka adalah orang yang tidak mukhlis dalam beribadah kepada Allah.

Bagaimana mereka akan mukhlis kalau aturan Allah tidak dikuasai oleh dirinya.

Jangan heran banyak manusia yang tertipu oleh syetan karena kita tidak mau tahu akan aturan Allah. Padahal dari ayat tersebut di atas bahwa orang yang mukhlis lah yang tidak bisa disesatkan dan dikuasai oleh syetan dalam mentaati aturan Allah.

Begitupun dalam QS. Shaad 82-83

Iblis menjawab: “Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya,

kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka.”

Tekad iblis begitu kuat sampai bersumpah dengan kekuasaan Allah.

Jadi upaya kita agar tidak terjebak oleh tipu daya syetan itu adalah kita harus menguasai petunjuk Allah Al Qur’an dan Sunnah Rasul, tanpa kita menguasai petunjuk Allah kita akan selalu dijebak dan dijerumuskan oleh syetan atau iblis.

Allah memberikan solusinya kepada kita firman Allah adalah suatu jawaban atas segala permasalahan manusia. Syetan menggoda, Allah memberikan jalannya.

Oleh karena itu solusi yang terbaik bagi kita untuk melindungkan diri dari gangguan syetan adalah hanya kepada Allah. Adapun ayat Qur’an itu adalah petunjuk dari Allah agar kita tahu bagaimana caranya untuk melindungkan diri kepada Allah.

Bagaimana upaya kita agar terhindar dari tipu daya syetan?,

QS. An Nahl 99-100

“Sesungguhnya syaitan ini tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhannya.”

Sesungguhnya kekuasaannya (syaitan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah.”

Dari mana kita tahu iman?

Dari mana kita tahu tawakal?

Tentu kita semua tahu iman dan tawakal itu dari Al Qur’an, tanpa Al Qur’an kita tidak akan tahu apa artinya iman dan apa artinya tawakal itu.

Orang yang membaca Al Qur’an khatam berkali-kali tapi tidak dikaji isinya, dia tidak akan tahu apa iman itu yang sebenarnya, yang diketahuinya iman itu hanya percaya sampai disitu saja pengetahuan tentang iman. Begitupun tawakal yang diketahuinya adalah pasrahnya.

Sesungguhnya kekuasaannya (syaitan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah.

Siapa yang terjebak mengikuti langkah syetan dan menjadikan syetan sebagai pemimpin?

Mereka ialah orang yang tidak tahu persis apa perintah Allah dan apa yang dilarang-Nya.

Allah memerintahkan A, justru syetan membawa ke arah B dan mereka yang terjebak malah mengikuti langkah syetan.

Zaman sekarang dimunculkan orang yang berbuat salah dan menentang Al Qur’an, yang merusak akhlak justru disanjung-sanjung.

Orang yang menyuruh masalah agama apalagi Al Qur’an justru dianggap tabu tidak sesuai dengan kemoderan zaman, yang datang dari Negara kafir justru ditiru oleh mereka. Coba kita lihat sekarang dimana ada orang yang menghargai akan ilmu pengetahuan dan ilmu kesehatan. Makanya jangan heran kalau sekarang musibah dimana-mana, untung tidak dimusnahkan seluruhnya oleh Allah seperti zaman Nabi Nuh ataupun zaman Nabi Sueb.

Korupsi sekarang sudah merajalela, dulu timbangan dan sukatan tidak boleh dikurangi bila dilanggar, dimusnahkan oleh Allah. Zaman Nabi Saleh juga begitu, kaum ad’, samud semua dimusnahkan.

Kesalahan yang dibikin oleh manusia zaman dahulu sekarang semuanya ada, tapi mereka merasa benar. Inilah jebakan syetan mereka semua terjebak merasa benar padahal perbuatannya bertentangan dengan firman Allah. Akidah sudah kotor, sudah jauh dari tuntunan yang sebenarnya. Ayat Al Qur’an sudah berubah fungsi menjadi mantera, ilmu pengasih dijadikan ilmu kekebalan dan lain sebagainya bukan sebagai petunjuk.

Itulah tipu daya iblis sudah mengena kepada manusia akibat dari tidak mukhlisnya dalam beribadah kepada Allah. Padahal Allah sudah memberitahukan kepada kita bahkan iblis sendiri berbicara kepada Allah yang tercantum di dalam firman-Nya “kecuali yang mukhlis” yang tidak dapat dikuasainya.

Kita semua mengaku orang islam, selalu berlindung diri kepada Allah dari godaan syetan, tetapi tidak mau mempelajari taktik dan strategi syetan dalam menggoda manusia. Kalau seseorang menguasai sesuatu bidang ilmu, maka orang tersebut tidak akan tertipu dalam bidang ilmu tersebut, seperti orang yang belajar ilmu hukum dia tidak akan tertipu oleh masalah hukum.

Begitupun kita kalau tidak ingin ditipu oleh iblis kita harus mengetahui dan menguasai jalan Allah karena syetan akan selalu menjerumuskan dan menyesatkan diri kita dari jalan Allah dan Rasul-Nya.

Kalau kita sudah tahu persis firman Allah, maka Allah akan memberikan upaya kepada kita bagaimana caranya, bukan hanya dengan bacaan ayat Qur’an untuk mengusir syetan, tapi kita mohon perlindungan kepada Allah.

Hadits riwayat Ibnu ajlan dan Farwah,

“Maukah aku tunjukkan kepadamu tiga buah surat yang belum pernah diturunkan di dalam kitab taurat, kitab Injil, kitab Zabur dan juga didalam kitab Furqan hal yang semisal dengannya, yaitu Qul Huwallahu Ahad (Al Ikhlas), Qul A’uzu Birabbil Falaq (Al Falaq) dan Qul A’uzu Birabbin Nas (An Nas).”

Tiga surat tersebut tidak ada di dalam kitab-kitab samawi para Nabi sebelumnya kecuali di dalam Al Qur’an. Diberitahukan kepada kita untuk apa sebenarnya?, apa manfaat dan fungsi dari surat-surat tersebut?.

QS. Al A’raaf 200-202

200. Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

201. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.

202. Dan teman-teman mereka (orang-orang kafir dan fasik) membantu syaitan-syaitan dalam menyesatkan dan mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan).

Apabila kita ditimpa godaan syetan maka berlindunglah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Yakini itu bahwa Allah Maha Mendengar apa yang kita butuhkan.

Kalau mengaku orang yang bertaqwa apabila merasa diganggu oleh syetan seperti perasaan was-was, maka ingatlah akan kesalahan-kesalahan kita dan iringi dengan bertaubat kepada Allah. Jangan hanya ucapan saja “istigfar” tapi perbuatan salah dilakukan terus.

Dan teman-teman mereka (orang-orang kafir dan fasik) membantu syaitan-syaitan dalam menyesatkan dan mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan).

Waspadailah mereka itu banyak teman-temannya yaitu orang-orang kafir, fasik. Mereka membantu syetan-syetan dalam menyesatkan manusia dan mereka tak henti-hentinya menyesatkan umat Islam. Teman-teman mereka itu dari jenis manusia sekarang berkeliaran dimana-mana tak henti-hentinya ingin menyesatkan orang-orang yang beriman. Untuk itu kita harus selalu waspada.

Tanpa mengetahui petunjuk Allah, tanpa meyakini bahwa firman Allah ini adalah petunjuk hidup, kebenaran dari Allah yang harus kita patuhi, kita akan mudah disesatkan oleh syetan.

Kita harus yakin betul bahwa tempat berlindung kita adalah Allah Tuhan Semesta Alam yang tiada tandingannya. Jangan bingung, jangan bimbang, jangan ragu, jangan cemas dan jangan was-was. Hanya kepada Allah lah kita berlindung Tuhan semesta alam, Tuhan Yang Maha Esa yang tidak ada bandingannya.

Qs. Al Falaq 1-5

1. Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh,

2. dari kejahatan makhluk-Nya,

3. dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,

4. dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul,

5. dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”.

Qs. Al Falaq dan An Nas adalah Ta’audz yang lebih akurat dan lebih tertuju. Kita sering membaca “A’udzubillahi minassaitoonirrajiim” (aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk), itu adalah mohon perlindungan diri kepada Allah secara umum.

Sekarang lebih spesifik lagi oleh Allah diarahkan ta’audz kita ini.

Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh,

dari kejahatan makhluk-Nya,

Kita mohon perlindungan diri kepada Allah dari segala bentuk jenis kejahatan makhluk-Nya, seperti penyakit demam berdarah, flu burung dan penyakit yang lainnya serta berlindung diri dari segala kejahatan seperti pencuri dan bentuk kejahatan lainnya, itu semua adalah dari makhluk-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan makhluk yang Allah ciptakan.

dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,

Biasanya kejahatan muncul ketika gelap gulita agar tidak kelihatan dan manusia pun kebanyakan takut apabila gelap telah datang, padahal mengakunya orang beriman.

Kita harus yakin bahwa Allah mengurus makhluk-Nya tanpa pernah berhenti.

dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul,

sekarang banyak dukun-dukun santet dan sebagainya, tapi kenapa banyak orang yang meminta tolong kepada dukun-dukun tersebut padahal Allah Yang Maha Kuasa.

dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki

sampai sedemikian teraturnya Allah menata segala kejahatan yang akan menimpa dalam kehidupan manusia. Kita disuruh untuk berlindung kepada Allah.

Kita tidak sadar kalau Al Falaq itu adalah ta’audz karena ada kata “Qul”. Ini adalah ta’audz yang lebih spesifik, minta perlindungan untuk masalah fisik dari kejahatan fisik, kejahatan makluk, kejahatan diwaktu gelap, kejahatan yang meniup dari buhul-buhul dan kejahatan dari orang yang dengki.

Kalau kita yakin bahwa yang melindungi kita ini adalah Allah, kenapa kita harus takut?.

Gembleng ketawakalan kita kepada kepada Allah!, bila masih punya perasaan takut.

Begitupun dalam Qs. An Nas 1-6

1. Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.

2. Raja manusia.

3. Sembahan manusia.

4. dari kejahatan (bisikan) syaitan yang bisaa bersembunyi,

5. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia.

6. dari (golongan) jin dan manusia.

Surat ini adalah mohon perlindugan kepada Allah dari gangguan terhadap rohani kita.

Kurang apa Allah?

Tuhan manusia!,

Siapa yang yang bisa menandingi Allah, kalau kita sudah melindungkan diri kepada-Nya baik secara fisik maupun batiniah kita, tak akan ada yang mampu mencelakakan diri kita.

Disamping itu untuk lebih meyakinkan diri kita Allah menurunkan firman-Nya dalam Qs. Ar Rad 11

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

Setiap manusia dijaga oleh malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya siang dalam malam bergiliran. Yakini bahwa Allah mengutus malaikat-malaikat-Nya untuk menjaga kita dari muka dan dari belakang atas perintah Allah.

Apakah mungkin Allah kecolongan mengutus malaikat?, pasti Allah mengutus malaikat yang tidak mungkin bisa dikalahkan oleh syetan.

Kalau kita meyakininya kita akan merasa aman dan tentram, disamping Allah melindungi diri kita juga Allah mengutus malaikat untuk senantiasa mnjaga siang dan malam, mereka menjaga kita bergantian.

Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri

Kalau sekarang kita mempunyai sifat penakut, tetapi kalau tidak mau merubah sifat penakut itu maka tetap saja kita akan menjadi penakut, padahal Allah telah memberikan penerangan-Nya. Kita ini adalah ciptaan Allah, Allah menciptakan manusia istimewa. Diberikannya petunjuk berupa Al Qur’an, bahwa iblis itu akan senantiasa menggoda, tapi oleh Allah diberikan solusinya. Asal kita mau menjadikan Al Qur’an sebagai petunjuk hidup.

Jadi membaca Al Qur’an itu harus mau mengerti apa yang dibacanya dan apa kandungan isinya. Sering tamat membaca Al Qur’an tetapi tidak tahu isinya, celakalah kita ini!, meskipun dapat pahala dari membacanya tapi karena tidak tahu isinya maka banyak yang dilanggar dari isi Al Qur’an itu, dikarenakan tidak mengerti apa yang dibacanya.

Kita ini diberikan jalan keselamatan oleh Allah berupa Al Qur’an, tetapi kalau tidak mau mengerti makna dan isinya tidak mungkin kita akan selamat. Begitupun kita harus mampu merubah diri kita jangan berdiam diri dalam kebodohan, jangan berdiam diri dalam kelemahan iman, berusahalah ubah diri kita agar menjadi orang yang beriman kuat. Tanpa usaha kita untuk merubah tidak mungkin akan ada perubahan. Jadi kita sendiri yang harus berusaha.

Sering berbuat salah…. Rubah dan tinggalkan perbuatan itu!.

Kenyataannya banyak orang membaca Al Falaq dan An Nas hanya untuk mengusir syetan, padahal syetan tidak takut terhadap bacaan Qur’an.

Kepada Allah lah kita ini berlindung diri bukan kepada yang lain. Kita memohon pertolongan dan mohon perlindungan kepada Allah sebab Allah lah yang menciptakan segala sesuatu. Allah yang mewajibkan kita ibadah dan Allah lah yang akan menerima ibadah kita.

Sebagai bukti bahwa syetan itu tidak takut dengan bacaan-bacaan Al Qur’an, Rosul memberikan pelajaran berupa do’a. berdo’a untuk berlindung dari gangguan syetan, itu menandakan bahwa syetan itu takutnya oleh perlidungan Allah. Syetan tidak bisa ditakut-takuti dengan bacaan Al Qur’an. Jadi yang dibutuhkan oleh kita adalah perlindugan dari Allah.

Hadist Riwayat Abu Daud

“Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari kepikunan dan aku berlindung kepada Engkau dari keruntuhan dan tenggelam dan aku berlindung kepada Engkau agar terhindar dari rasukan atau godaan syetan saat hendak mati”

dan dalam Qs. Al Mu’minun 97-98

Dan katakanlah: “Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan.

Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku.”

Berarti syetan akan menjauh karena kita dilindungi oleh Allah bukan karena takut oleh ayat-ayat Qur’an.

Ada do’a lagi yang sering diucapkan oleh Rasulullah.

“Aku berlindung kepada Allah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari syetan yang terkutuk yaitu dari godaan, bisikan dan tiupannya”.

Kita disuruh untuk berlindung diri keapada Allah dari bisikan dan tiupannya.

“A’udzubika limatillahi minsyarrima khalaq”

ini pun do’a mohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan dimuka bumi.

Rosulullah juga mengajarkan do’a menjelang tidur,

“Dengan nama Allah, aku berlindung kepada Allah dengan membaca kalimah-kalimah-Nya yang sempurna dari murka Allah, siksaan-Nya dan dari kejahatan hamba-hamba-Nya dan dari bisikan-bisikan syetan dan dari kedatangan mereka kepadaku”.

Allah maupun Rosulullah mengajarkan kepada kita untuk senantiasa mohon perlindungan kepada Allah dengan ta’audz yang spesifik seperti surat Al Falaq dan An Nas, maka kita harus semakin timbul keyakinan bahwa kita ini memohon perlindungan kepada Allah, baik kejahatan secara fisik dari syetan ataupun secara batin dari syetan itu sendiri. Sehingga lengkaplah perlindungan Allah kepada kita, tinggal kita meyakininya.

Allah itu Maha Sempurna, tidak pernah cape dan tidak pernah tidur mengurus manusia, ilmu-Nya mencakup bumi dan langit, tidka beranak dan tidak diperanakkan, tidak ada sekutu bagi-Nya.

Kurang apa?

Allah sedemikian sayangnya kepada manusia, meskipun iblis meminta kepada Allah untuk menyesatkan manusia, tetapi Allah memberikan caranya untuk melindungkan diri.

Yang heran kenapa banyak orang yang menyuruh untuk mengusir syetan dengan membaca ayat-ayat Qur’an?.

Apabila hanya dengan membaca ayat Qur’an bisa mengusir syetan, maka untuk apa Allah menurunkan Surat Al Falaq dan An Nas.

Kalau syetan takut oleh bacaan Al Qur’an berarti Allah memperlihatkan ketidakadilan-Nya secara nyata, kenapa?

Karena diciptakannya jin dan manusia untuk beribadah kepada Allah, tidak mungkin Allah mewajibkan ibadah kepada jin atau syetan sedangkan yang diwajibkan ibadah merasa takut oleh sumber ibadahnya.

Ini adalah suatu sanggahan yang mudah-mudahan bisa kita pahami sehingga kita yakin betul bahwa perlindungan Allah lah yang harus senantiasa kita mohon.

Sehingga timbul keyakinan dan tidak ada keraguan dan rasa takut terhadap ilmu sihir, santet, hypnotis dan sebagainya, semuanya kecil belaka karena kita dijaga oleh malaikat-malaikat utusan Allah yang gagah, dijaga pula oleh Allah Yang Maha Sempurna yang senantiasa mengurus dan melindungi diri kita tanpa mengenal waktu.

Mudah-mudahan keyakinan kita semakin bertambah.

Bpk. Syarif Hidayat (Yayasan Ishlahul Ummah – Bandung)

Iklan

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: